Karbon Dioksida (CO2)
Karbon dioksida berasal dari pembakaran sempurna hidrokarbon di dalamnya termasuk minyak bumi dan gas alam. Sebagai contoh pembakaran oktana yang merupakan salah satu komponen bensin dengan reaksi sebagai 16 CO2 (g) + 18 H2O (g). Sebenarnya◊berikut :2 C8H18 (l) + 25 O2 (g) gas karbon dioksida tidak berbahaya bagi manusia. Namun, kenaikan kadar CO2 di udara telah mengakibatkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Fenomena inilah yang disebut efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca adalah suatu peristiwa di alam dimana sinar matahari dapat menembus atap kaca, tetapi sinar infra merah yang dipantulkan tidak bisa menembusnya. Sinar matahari yang tidak bisa keluar itu tetap terperangkap di dalam rumah kaca dan mengakibatkan suhu di dalam rumah kaca meningkat. Seperti itu pula karbon dioksida di udaraa, ia dapat dilewati sinar ultraungu dan sinar tampak, tetapi menahan sinar inframerah yang dipantulkan dari bumi. Akibatnya suhu dipermukaan bumi naik jika kadar CO2 di udara naik. Kenaikan suhu global dapat mencairkan sungkup es di kutub. Akibat selanjutnya adalah kenaikan permukaan laut sehingga dapat membanjiri kota-kota pantai di seluruh dunia termasuk kota kita tercinta.
Karbon Monoksida (CO)
Gas karbon monoksida berasal dari pembakaran tak sempurna bahan bakar dalam kendaraan bermotor. Gas buang hasil pembakaran bensin dari kendaraan bermotor
mengandung 10.000 sampai 40.000 ppm CO. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau,
oleh karena itu, kehadirannya tidak segera diketahui. Gas itu bersifat racun, dapat
menimbulkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan, dan paru-paru. Bila masuk ke
dalam darah melalui pernafasan, CO bereaksi dengan hemoglobin dalam darah
membentuk◊COHb (karboksihemoglobin) dengan reaksi sebagai berikut : CO + Hb
COHb Seperti kita ketahui, hemoglobin ini seharusnya bereaksi dengan oksigen menjadi
O2Hb (oksihemoglobin) dan membawa oksigen yang diperlukan ke sel-sel jaringan tubuh
dengan reaksi sebagai berikut : O2 O2Hb. Ikatan CO dengan Hb lebih kuat dibanding O2
dengan Hb◊+ Hb sehingga menghalangi fungsi vital Hb untuk membawa oksigen bagi
tubuh, yang berakibat tubuh kekurangan oksigen sehingga menimbulkan rasa sakit kepala
dan gangguan pernafasan bahkan kematian.
Oksida Belerang (SO2 dan SO3)
Senyawa-senyawa belerang yang bertindak sebagai zat pencemar yang berbahaya adalah gas-gasa SO2 dan SO3. Gas SO2 di atmosfer sebagian besar berasal dari hasil
pembakaran minyak bumi dan batubara yang mengandung belerang, di samping ada juga
yang berasal dari hasil oksidasi bijih-bijih sulfida di industri. Udara yang mengadung SO2 dalam kadar cukup tinggi dapat menyebabkan radang paru-paru dan tenggorokan pada manusia serta khlorosis (kepucatan) pada daun-daun. Oksidasi SO2 akan menyebabkan terbentuknya SO3. SO3 bila bereaksi dengan uap air akan menyebabkan
hujan asam (acid rain). pH air hujan yang mengandung oksida belerang akan turun
menjadi 3 – 4. Akibatnya timbul korosi logam-logam, kerusakan bangunan yang terbuat
dari batu pualam dan memudarnya cat-cat pada lukisan. SO2 apabila terisap oleh
pernafasan, akan bereaksi dengan air dalam saluran pernafasan dan membentuk asam
sulfit yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Apabila SO3 yang
terisap, maka yang terbentuk adalah asam sulfat, dan asam ini lebih berbahaya.
Oksida Nitrogen (NO dan NO2)
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, jumlah kendaraan bermotor yang meningkat telah menimbulkan sejenis pencemaran udara yang tidak pernah dialami oleh peradaban sebelumnya. Pencemaran ini ditimbulkan oleh oksida nitrogen. Sumber utama oksida
nitrogen adalah pembakaran bahan bakar dalam industri dan kendaraan bermotor. Nitrogen dan oksigen tidak bereaksi pada suhu rendah, tetapi pada suhu tinggi, kedua gas itu 2 NO (g).◊dimungkinkan bereaksi sebagai berikut :N2 (g) + O2 (g) Sekitar 10% dari gas NO yang dihasilkan, teroksidasi lebih lanjut membentuk NO2.Campuran NO dan
NO2 sebagai pencemar udara biasa ditandai dengan lambang NOx. NOx di udara tidak
beracun secara langsung pada manusia, tetapi NOx ini bereaksi dengan bahan-bahan
pencemar lain dan menimbulkan fenomena asbut (asap-kabut) atau smog dalam bahasa
Inggris. Asbut ini mengakibatkan mata perih, nafas sesak dan tanaman layu. Asbut adalah campuran rumit yang terdiri dari berbagai gas dan partikel-partikel zat cair dan zat padat. Asbut dihasilkan dari serentetan reaksi fotokimia (yaitu reaksi kimia di bawah pengaruh sinar matahari NO (g) dan O (g).◊energi sinar matahari). NO2 (g) + Motor bakar, juga menghasilkan hidrokarbon yang tidak terbakar akibat reaksi pembakaran di dalam motor kurang sempurna. Hidrokarbon ini dapat bereaksi dengan atom oksigen yang dihasilkan dari dekomposisi fotokimia NO2. Reaksi ini menghasilkan radikal hidrokarbon bebas yang sangat reaktif. Radikal ini bereaksi dengan NO dan menghasilkan NO2 lagi, dan serentetan reaksi berulang lagi dan menghasilkan ozon. Radikal bebas itu juga bereaksi dengan O2 dan N2 dan menghasilkan senyawa yang disebut peroksiasilnitrat (PAN). PAN juga memberi efek asbut dan menimbulkan rasa perih di mata.
Pencemar Butiran
Di antara pencemar butiran, yang paling mencolok adalah asap dan butir-butir karbon sisa pembakaran. Bahan pencemar itu dapat berasal dari pembangkit listrik, industri dan kendaraan bermotor. Pencemar butiran dapat mengganggu pernafasan, daya pandang dan mempengaruhi cuaca.
Pencemaran Timbal di udara
Timbal (Pb) merupakan pencemar udara yang berasal dari gas buangan kendaraan bermotor. Untuk menghasilkan pembakaran yang baik dan meningkatkan efisiensi motor
bakar, bensin diberi zat tambahan, yaitu Pb(C2H5)4 atau tetra etil timbal (TEL). Setelah mengalami pembakaran di dalam motor, timbal dilepas ke udara dalam bentuk oksida timbal. Timbal merupakan racun keras yang bila menumpuk di dalam tubuh akan
menimbulkan kerusakan permanen pada otak, darah dan organ tubuh lainnya.
Penurunan kualitas udara akibat pencemaran udara merupakan masalah serius kota-kota
besar di Indonesia. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia
mengalami kerugian ekonomi hingga 424,3 juta dollar AS tahun 1990 dan meningkat
menjadi 634 juta dollar AS tahun 2000 akibat pencemaran udara. (Kompas Cyber Media
edisi Rabu 14 Agustus 2002).
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Februari 2012
Selasa, 31 Januari 2012
Dengan Hemat Kertas, Kamu adalah Pahlawan Lingkungan
“Cepat keluarkan selembar kertas sekarang juga !!”, kalimat ini tentu tidak asing bagi pelajar seperti kita. Dimana-mana, sekolah apapun bentuknya pasti membutuhkan kertas sebagai media belajar. Nah, coba dech kamu cek ke laci bangku kelasmu, pasti ada saja kertas yang tertinggal, baik dalam bentuk lembaran, sobekan atau bahkan serpihan. Bukankah itu termasuk sampah ? Oh guys, come on, don’t make a rubbish !! Sekarang coba perhatikan bagaimana kalian ikut serta untuk membunuh lingkungan secara perlahan.
1 ton kertas = 400 rim = 200.000 lembar
Untuk memproduksi 1 ton kertas, dibutuhkan 3 ton kayu dan 98 ton bahan baku lainnya.
Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk dijadikan bahan baku kertas.
Untuk memproduksi 3 lembar kertas dibutuhkan 1 liter air. Selama proses produksi pun, kertas menghasilkan berbagai macam limbah.
Diantaranya :
- Dalam memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan gas karbondioksida sebanyak kurang lebih 2,6 ton. Jumlah ini setara dengan gas buang yang dihasilkan sebuah mobil selama 6 bulan.
- Dalam memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat.
- Setelah kertas dibuang, kertas ini akan terurai. Proses terurainya kertas menghasilkan gas metana. Dan gas metana juga merupakan penyebab pemanasan global. Malahan gas metana ini 20 kali lebih berbahaya dibanding gas karbondioksida, dalam hal menyebabkan naiknya suhu global.
Nah, sekarang kalian renungkan aja dech, coba bayangkan bagaimana rusaknya bumi ini. Jadilah pelajar yang berprestasi dan menjadi pahlawan lingkunagn jika kamu merusak lingkungan saat ini, maka anak cucumu nanti akan mengenangmu sebagai pahlawan perusak lingkungan !!
Sumber:
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) Jawa Barat dengan beberapa perubahan
BIKE TO SCHOOL

Berapa uang yang kamu habiskan untuk membeli 1 liter bensin ? Dalam 1 minggu, berapa liter bensin yang telah kamu habiskan ? Mari kita gunakan estimasi untuk mengupas pertanyaan tersebut. Katakanlah 1 liter bensin mampu menempuh jarak 30 km, harga 1 liter bensin bekisar Rp 5.000,00. Jikasaja dalam 1 minggu kamu membutuhkan bensin sebanyak 2 km, maka kamu menghabiskan uang sebanyak Rp 10.000,00. Maka dalam 1 bulan kamu akan menghabiskan uang sebanyak Rp 40.000,00 untuk membeli bensin. Bukankah itu boros ? Selain itu, kamu sudah menyumbangkan setidaknya sekian persen gas karbon monoksida pada setiap aktivitasmu menggunakan motor.


Nah, dengan sekian persen saja kamu sudah merusak bumi, bagaimana seterusnya ? Waduh, bahaya bukan jika bumi sudah memiliki penjahat alam ? Maka dari itu kita wajib berperan untuk mengurangi kadar karbon monoksida di udara demi lestarinya alam bumi kita. Sebagai pelajar, hal kecil yang bisa kita lakukan yaitu dengan bersepeda ke sekolah. Selain menyehatkan, kamu telah menghemat uang sakumu menjadi lebih be rmanfaat. Hal yang paling penting adalah kita sudah berperan mengurangi kadar gas beracun di udara. Lingkungan sehat, bumi lestai, kita pun bahagia. Dengan begitu loe termasuk ke dalam anak GAUL guys...
Selasa, 01 Maret 2011
Demo Gunung Api (Geografi)



SMA Negeri 1 Kota Probolinggo. Nama Anggota :
- Aulia Choirun Nisa
- Syaif Hizbulhaq Alwathony
- Tania Ratna Iswanti
- Wulan Handareni
Alat dan Bahan :
1. Triplek
2. Palu
3. Botol Kratingdeng
4. Botol Aqua
5. Karbit
6. Pasir
7. Sumba merah
8. Air


Cara Kerja :
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Letakkan botol kratingdeng tepat di tengah-tengah di atas papan triplek.
3. Tuangkan pasir ke atas triplek mengelilingi botol kratingdeng sampai membentuk gundukan seperti gunung.
4. Hancurkan karbit dengan palu sampai menjadi bagian-bagian kecil.
5. Isi botol Aqua dengan air serta masukkan sumba merah sebanyak mungkin. Sehingga warna yang dihasilkan adalah merah pekat.
6. Masukkan karbit-karbit kecil ke dalam botol sebanyak mungkin.
7. Masukkan air sumba merah, dan lihat reaksinya.
8. Selamat mencoba dan good luck.
NB :
- Semakin banyak sumbanya, maka warnanya semakin bagus.
- Semakin banyak karbid, maka letusannya semakin besar.
- Hati-hati sebab tidak jarang terjadi letusan dari karbit.
HASIL DISKUSI: Berdasarkan percobaan yang kami lakukan, bentuk gunung tersebut adalah tiruan dari bentuk gunung api strato karena gunung api tersebut berbentuk kerucut, kerucut itu sendiri terbentuk karena lelehan erupsi dari dalam gunung yang terus-menerus dan berulang kali sehingga timbul timbunan lava atau eflata yang melekat dan mengendap di sekitar pusat erupsi, kemudian lelehan tersebut membentuk lapisan batuan beku dan menjulang tinggi berbentuk kerucut
Tipe Letusan gunung api tersebut adalah tipe Vulkano karena magma yang dikeluarkan cair dan kental dengan tekanan gas sedang sampai tinggi, berasal dari dapur magma yang dangkal sampai agak dalam.
Letusannya terdiri atas hembusan abu yang membentuk awan disertai lemparan bom dan lapili yang diikuti aliran lava pijarnya Contohnya : gunung Etna di Italia, gunung Vesivius, gunung raung di Jawa Timur, dan gunung semeru yang ke dalam tipe vulkano yang kuat dan yang lemah.
KESIMPULAN. Dari praktikum yang telah kami lakukan, kami menyimpulkan bahwa :
1. Bentuk Gunung Api tersebut adalah Gunung Api Strato.
2. Tipe letusan gunung Api tersebut adalah Tipe Vulcano.
Terima kasih,,,semoga bermanfaat... :-)
Senin, 15 November 2010
Buat bricket bareng yuk !!
Alat dan Bahan :
1. Serbuk kayu halus

2. Dedaunan kering

3. Tepung kanji
4. Air
5. Kaleng bekas

6. Baskom
7. Alat pembakaran / kompor

Langkah - Langkah :
1.Siapkan alat dan bahan
2.Masak daun kering di atas perapian hingga berwarna hitam. Yang digunakan dalam pembuatan briket adalahdaun yang berwarna HITAM.
3.Untuk serbuk kayu, tidak perlu dimasak terlebih dahulu.
4.Masak tepung kanji bersama air sampai mengental seperti lem glukol.
** 1 ons kanji = 1 liter air untuk serbuk kayu
** 2,5 ons kanji = 1 liter untuk dan kering
5.Campurkan serbuk kayu / daun hitam ke dalam adonan tepung kanji.
6.Aduk adonan briket hingga pekat.
7.Cetak ke dalam wadah atau bentuk bulat – bulat, asalkan padat.
8.Keringkan di bawah terik matahari.





1. Serbuk kayu halus

2. Dedaunan kering

3. Tepung kanji
4. Air
5. Kaleng bekas

6. Baskom
7. Alat pembakaran / kompor

Langkah - Langkah :
1.Siapkan alat dan bahan
2.Masak daun kering di atas perapian hingga berwarna hitam. Yang digunakan dalam pembuatan briket adalahdaun yang berwarna HITAM.
3.Untuk serbuk kayu, tidak perlu dimasak terlebih dahulu.
4.Masak tepung kanji bersama air sampai mengental seperti lem glukol.
** 1 ons kanji = 1 liter air untuk serbuk kayu
** 2,5 ons kanji = 1 liter untuk dan kering
5.Campurkan serbuk kayu / daun hitam ke dalam adonan tepung kanji.
6.Aduk adonan briket hingga pekat.
7.Cetak ke dalam wadah atau bentuk bulat – bulat, asalkan padat.
8.Keringkan di bawah terik matahari.





Langganan:
Postingan (Atom)