Holla sobat... Taukah kalian apa itu motivasi ? Motivasi merupakan bentuk dukungan atau dorongan dari diri sendiri maupun orang lain, sehingga kita memiliki daya tarik untuk melakukan hal yang lebih baik. Kalian pasti sering mendengar kalimat-kalimat sepeti “Apa salahnya ?” , “Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali kan ?” , “Ayo lah, kamu pasti bisa, masak kalah sama mereka ?” , dan lain sebagainya. Itu semua adalah bentuk-bentuk motivasi yang terkadang tidak kita sadari. Biasanya ada motivasi yang tidak didengar, bahkan kita menganggapnya biasa-biaa saja. Istilahnya sich “nggak ngefek dech...”.
Nah... soba, ayo temukan motivasi kamu di daftar ini. Ada berbagai motivasi yang bisa kalian ambil, antara lain :
1. Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila kamu berpikir bisa, segeralah lakukan.
2. Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus kamu takuti. Akan tetapi kamu harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri kamu baik mental maupun fisik dengan kecepatan apapun itu.
3. Jika kamu sedang benar, jangan terlalu berani dan jika kamu sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan suksesmu.
4. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.
5. Kamu hanya dekat dengan mereka yang kamu sukai. Dan seringkali kamu menghindari orang yang tidak kamu sukai, padahal dari dialah kamu akan mengenal sudut pandang yang baru. Terimalah kedatangan semua orang dengan terbuka dan tetap waspada.
6. Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Dan orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan.
7. Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan.
8. Jangan menolak perubahan hanya karena kamu takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya kamu sama saja merendahkan nilai yang bisa kamu capai lebih tinggi melalui perubahan itu.
9. Kamu tidak akan berhasil menjadi pribadi baru jika kamu berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama kamu. Kamu akan disebut baru, hanya bila cara-cara kamu baru. Jadilah seseorang yang inspiratif.
10. Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan jika sikap kamu tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap kamu salah.
11. Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua, tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan semata, telah menua sejak muda.
12. Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, jika kamu merasa takut, kamu akan punya kesempatan untuk bersikap berani.
13. Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Kamu akan menjadi lebih damai jika yang kamu pikirkan adalah jalan keluar masalah, bukan memperjelas masalah dengan menimbulkan masalah baru yang lebih besar.
14. Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.
15. Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan sesuatu, sama saja dengan berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan.
16. Jika kamu belum menemukan pekerjaan / minat yang sesuai dengan bakat kamu, bakatilah apapun pekerjaan / minat kamu sekarang. Kamu akan tampil secemerlang yang berbakat.
17. Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai.
18. Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
19. Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin, kamu akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin sudah kamu capai.
20. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
21. Jika kamu mencari uang, kamu akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika kamu mengutamakan pelayanan yang baik, maka kamulah yang akan dicari uang.
22. Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
23. Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
24. Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.
Semoga bermanfaat...
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Maret 2011
Low Self Esteem = Minder
Hy sobat... Ada yang pernah merasa rendah diri ??? Bukan rendah hati lho ya... Aku yakin, so pasti kalian pernah merasakannya. Perasaan minder ini sangat buruk bagi diri sendiri maupun orang lain. Minder kan ngggak enak... Jadi, buat apa minder ? Ada yang tahu gak nich, apa itu perasaan minder atau rendah diri ? Oke, kita bahas di halaman ini ya..
Minder, semua orang tahu maknanya, ini adalah sikap yang manusiawi. Semua orang memiliki sikap dan perasaan minder dengan level yangg berbeda. Minder adalah manusiawi, akan tetapi menjadi tidak manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk menghilangkan sikap dan perasaan minder ini tahap demi tahap.
Sikap dan rasa minder timbul pada hal dan bidang tertentu yang kita merasa tidak mampu atau merasa lemah dari ukuran standar umum atau ideal. Contohnya saja, seorang pemuda yang pendek akan merasa minder untuk mengajukan “proposal” pada gadis idamannya yang ternyata lebih tinggi. Lelaki yang berwajah jelek merasa minder pada wanita yang berwajah sangat cantik yang ditaksirnya, dan sebagainya.
Hal-hal tadi merupakan minder yang bersifat fisik. Sedangkan yang bersifat non-fisik lebih berkaitan dengan sikap mental dan pola pikir kita dalam menilai diri sendiri dan menilai kemampuan diri. Pada sosok pribadi yang memiliki sifat minder non-fisik yang ekstrim, biasanya dia akan merasa tidak memiliki kemampuan sama sekali dan merasa orang lain jauh lebih mampu dari dirinya, dll. Sehingga tipe semacam ini tidak akan bisa bersikap independen, sehingga memiliki ketergantungan yang besar pada orang lain di sekitarnya. Ketergantungan pada orang lain itu akan semakin mengecil bersamaan dengan semakin kecilnya keminderan kita pada kemampuan diri sendiri.
Minder adalah tipikal orang yang BERMENTAL LEMAH. Mental yang lemah akan merasa selalu tidak aman, selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dengan rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.
Oleh karena itu, minder harus sebisa mungkin dihindari dan dicari jalan keluarnya untuk mengubah pribadi kita menuju self-esteem (baca: self estiim). Suatu tipe kepribadian yang dimiliki orang-orang besar, tokoh-tokoh besar dunia, para pemikir internasional.
Dapatkah seorang berkepribadian minder (low self-esteem) yang parah dapat menjadi profil yang penuh self esteem? Tentu bisa !! Dengan bekal kemauan kuat untuk berubah, banyak bergaul dengan berbagai kalangan, banyak membaca profil tokoh-tokoh besar, dan membaca berbagai buku-buku yang memberi solusi mengatasi keminderan, dll. Berikut adalah tips-tips menuju pribadi yang self esteem :
1. Hadapi rasa takut, jangan dihindari, toh ia tidak akan berakibat seburuk yang kamu kira. Melawan rasa takut akan menambah percaya diri anda.
2. Lupakan kegagalan masa lalu. Belajarlah dari kesalahan itu tetapi janganlah mengira sesuatu itu salah sebelum ia akan terjadi lagi. Jadi fikirkan hal terbaik. Hindari membuat kesalahan yang sama, tetapi jangan membatasi diri kamu dengan mengira bahwa kamu gagal sebelumnya, sehingga tidak akan bisa berhasil kali ini. Coba lagi, maka kamu akan menjadi lebih bijak dan lebih kuat. Jangan terperangkap pada masa lalu.
3. Ketahui apa yang kamu mau dan usahakan untuk mendapatkannya. Kamu berhak mewujudkan mimpi-mimpimu menjadi kenyataan.
4. Hargai diri sendiri bila kamu telah berhasil dalam berbuat sesuatu. Bila tidak, mengapa orang lain mesti menghargai kamu? Bukankah akan lebih mudah apabila kamu membantu dan menghargai diri sendiri?
5. Berbicaralah pada orang lain. Kita sering membuat asumsi tentang situasi atau seseorang yang tidak benar. Sikap dan pola pikir negatif kita dapat berdampak negatif pula pada diri sendiri. Karena itu bila kamu merasa ragu maka bertanyalah dan jangan berasumsi bahwa kamu tahu mengapa dan bagaimananya.
6. Bila kamu gagal maka pola pikir terpenting adalah JANGAN MERASA KALAH. Terimalah kegagalan itu, pelajari, dan cobalah hal dan cara lain. Kamu tidak akan dikalahkan oleh satu kegagalan bukan? Apa yang dibutuhkan adalah pendekatan yang berbeda dalam mencapainya.
Nah... sobat, sekarang bagaimana pribadi kamu ? Kamu masih merasa minder nggak ? Ah, jaim banget sich... Inget ya, minder itu merupakan perilaku yang sangat tidak baik. Bisa-bisa hanya gara-gara perasaan minder kita susah sekali untuk berbaur dengan kelompok sosial lainnya. Dan bukan tidak mungkin bisa memunculkan sikap sombong. Jangan sampai ya... Kita harus saling berbagi dan menerima setiap kondisi. Oke dech, sukses sobat...
Minder, semua orang tahu maknanya, ini adalah sikap yang manusiawi. Semua orang memiliki sikap dan perasaan minder dengan level yangg berbeda. Minder adalah manusiawi, akan tetapi menjadi tidak manusiawi lagi ketika kita tidak berusaha untuk menghilangkan sikap dan perasaan minder ini tahap demi tahap.
Sikap dan rasa minder timbul pada hal dan bidang tertentu yang kita merasa tidak mampu atau merasa lemah dari ukuran standar umum atau ideal. Contohnya saja, seorang pemuda yang pendek akan merasa minder untuk mengajukan “proposal” pada gadis idamannya yang ternyata lebih tinggi. Lelaki yang berwajah jelek merasa minder pada wanita yang berwajah sangat cantik yang ditaksirnya, dan sebagainya.
Hal-hal tadi merupakan minder yang bersifat fisik. Sedangkan yang bersifat non-fisik lebih berkaitan dengan sikap mental dan pola pikir kita dalam menilai diri sendiri dan menilai kemampuan diri. Pada sosok pribadi yang memiliki sifat minder non-fisik yang ekstrim, biasanya dia akan merasa tidak memiliki kemampuan sama sekali dan merasa orang lain jauh lebih mampu dari dirinya, dll. Sehingga tipe semacam ini tidak akan bisa bersikap independen, sehingga memiliki ketergantungan yang besar pada orang lain di sekitarnya. Ketergantungan pada orang lain itu akan semakin mengecil bersamaan dengan semakin kecilnya keminderan kita pada kemampuan diri sendiri.
Minder adalah tipikal orang yang BERMENTAL LEMAH. Mental yang lemah akan merasa selalu tidak aman, selalu gelisah dan kuatir. Karena kerja otak sudah dipenuhi dengan rasa kuatir, takut dan gelisah tanpa sebab atau disebabkan oleh hal-hal kecil, maka kerja otakpun menjadi lemah dan tidak dapat berfungsi untuk memikirkan hal-hal besar yang bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain.
Oleh karena itu, minder harus sebisa mungkin dihindari dan dicari jalan keluarnya untuk mengubah pribadi kita menuju self-esteem (baca: self estiim). Suatu tipe kepribadian yang dimiliki orang-orang besar, tokoh-tokoh besar dunia, para pemikir internasional.
Dapatkah seorang berkepribadian minder (low self-esteem) yang parah dapat menjadi profil yang penuh self esteem? Tentu bisa !! Dengan bekal kemauan kuat untuk berubah, banyak bergaul dengan berbagai kalangan, banyak membaca profil tokoh-tokoh besar, dan membaca berbagai buku-buku yang memberi solusi mengatasi keminderan, dll. Berikut adalah tips-tips menuju pribadi yang self esteem :
1. Hadapi rasa takut, jangan dihindari, toh ia tidak akan berakibat seburuk yang kamu kira. Melawan rasa takut akan menambah percaya diri anda.
2. Lupakan kegagalan masa lalu. Belajarlah dari kesalahan itu tetapi janganlah mengira sesuatu itu salah sebelum ia akan terjadi lagi. Jadi fikirkan hal terbaik. Hindari membuat kesalahan yang sama, tetapi jangan membatasi diri kamu dengan mengira bahwa kamu gagal sebelumnya, sehingga tidak akan bisa berhasil kali ini. Coba lagi, maka kamu akan menjadi lebih bijak dan lebih kuat. Jangan terperangkap pada masa lalu.
3. Ketahui apa yang kamu mau dan usahakan untuk mendapatkannya. Kamu berhak mewujudkan mimpi-mimpimu menjadi kenyataan.
4. Hargai diri sendiri bila kamu telah berhasil dalam berbuat sesuatu. Bila tidak, mengapa orang lain mesti menghargai kamu? Bukankah akan lebih mudah apabila kamu membantu dan menghargai diri sendiri?
5. Berbicaralah pada orang lain. Kita sering membuat asumsi tentang situasi atau seseorang yang tidak benar. Sikap dan pola pikir negatif kita dapat berdampak negatif pula pada diri sendiri. Karena itu bila kamu merasa ragu maka bertanyalah dan jangan berasumsi bahwa kamu tahu mengapa dan bagaimananya.
6. Bila kamu gagal maka pola pikir terpenting adalah JANGAN MERASA KALAH. Terimalah kegagalan itu, pelajari, dan cobalah hal dan cara lain. Kamu tidak akan dikalahkan oleh satu kegagalan bukan? Apa yang dibutuhkan adalah pendekatan yang berbeda dalam mencapainya.
Nah... sobat, sekarang bagaimana pribadi kamu ? Kamu masih merasa minder nggak ? Ah, jaim banget sich... Inget ya, minder itu merupakan perilaku yang sangat tidak baik. Bisa-bisa hanya gara-gara perasaan minder kita susah sekali untuk berbaur dengan kelompok sosial lainnya. Dan bukan tidak mungkin bisa memunculkan sikap sombong. Jangan sampai ya... Kita harus saling berbagi dan menerima setiap kondisi. Oke dech, sukses sobat...
Kamis, 25 November 2010
IQ, EQ, SQ = SEIMBANG = SUKSES,,,amien
IQ ( Intelligent Quotient) merupakan tingkat kecerdasan manusia yang ditinjau dari kecerdasan intelektual, berupa kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Ia merupakan kecerdasan untuk menerima, menyimpan dan mengolah infomasi menjadi fakta. Banyak para ahli yang mengatakan bahwa kecerdasan merupakan sebuah dimensi kebahagian materi, sebab kecerdasan terkait langsung dengan keahlian seseorang dalam menghasilkan sesuatu. Kalo di kalangan masyarakat awam, semakin tinggi gelar yang dicapai seseorang, makin dianggap tinggi kecerdasaan intelektualnya.
Tapi rek,,,kecerdasan intelektual ini mulai ada tanda tanya besar ketika seseorang berhadapan dengan orang lain. Belum tentu lho... Seseorang yang kecerdasan intelektualnya tinggi mampu berkomunikasi baik dengan banyak orang.Nah, hal inilah yang disebut kecerdasan emosional.
EQ ( Emotional Quotient) merupakan tingkat kecerdasan manusia yang ditinjau dari kecerdasan emosional, berupa kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Dalam kajian psikologi, terdapat 3 spektrum posisi manusia dalam berinteraksi dengan manusia, yakni :
1. Agresif : Orang yang bersifat agresif sudah barang tentu sifatnya dominan terhadap orang lain. Orientasinya adalah “aku”. Semua harus “By my way”. Tentu saja orang seperti ini akan tidak disukai dan ditakuti jika mempunyai kekuasaan.
2. Asertif : Orang yang bersifat pesimis justru lebih parah. Dia sama sekali tidak bergairah atau terkungkung oleh bayangan ketakutan atau prasangka buruk untuk mencapai tujuan. Orang ini nasibnya akan terinjak-injak dan disingkirkan dalam pergaulan.
3. Pesimis : Sifat ini merupakan pertengahan antara sifat dominan dan pesimis, maka orang asertif digambarkan sebagai orang yang selalu optimis atau percaya diri tapi mampu bergaul dan menjaga kebersamaan dengan orang lain. Sifat inilah yang dicari dan maksud dari kecerdasan emosi yang baik.
SQ ( Spiritual Quotient) meupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas. SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat . Jika dia tidak cerdas spiritual, bisa saja ia menggunakan segala kepandaiannya itu untuk kepentingan dirinya. Dia akan membawa suatu organisasi untuk memenuhi hawa nafsunya. Lalu misal jika mengalami kegagalan, dia akan berputus asa atau bahkan frustasi lalu bunuh diri. Dia merasa pandai segalanya, tapi ia lupa ada yang mengatur segalanya. Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada "hati nurani".
Tapi rek,,,kecerdasan intelektual ini mulai ada tanda tanya besar ketika seseorang berhadapan dengan orang lain. Belum tentu lho... Seseorang yang kecerdasan intelektualnya tinggi mampu berkomunikasi baik dengan banyak orang.Nah, hal inilah yang disebut kecerdasan emosional.
EQ ( Emotional Quotient) merupakan tingkat kecerdasan manusia yang ditinjau dari kecerdasan emosional, berupa kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Dalam kajian psikologi, terdapat 3 spektrum posisi manusia dalam berinteraksi dengan manusia, yakni :
1. Agresif : Orang yang bersifat agresif sudah barang tentu sifatnya dominan terhadap orang lain. Orientasinya adalah “aku”. Semua harus “By my way”. Tentu saja orang seperti ini akan tidak disukai dan ditakuti jika mempunyai kekuasaan.
2. Asertif : Orang yang bersifat pesimis justru lebih parah. Dia sama sekali tidak bergairah atau terkungkung oleh bayangan ketakutan atau prasangka buruk untuk mencapai tujuan. Orang ini nasibnya akan terinjak-injak dan disingkirkan dalam pergaulan.
3. Pesimis : Sifat ini merupakan pertengahan antara sifat dominan dan pesimis, maka orang asertif digambarkan sebagai orang yang selalu optimis atau percaya diri tapi mampu bergaul dan menjaga kebersamaan dengan orang lain. Sifat inilah yang dicari dan maksud dari kecerdasan emosi yang baik.
SQ ( Spiritual Quotient) meupakan kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah- langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah dalam upaya menggapai kualitas hanif dan ikhlas. SQ adalah suara hati Ilahiyah yang memotivasi seseorang untuk berbuat atau tidak berbuat . Jika dia tidak cerdas spiritual, bisa saja ia menggunakan segala kepandaiannya itu untuk kepentingan dirinya. Dia akan membawa suatu organisasi untuk memenuhi hawa nafsunya. Lalu misal jika mengalami kegagalan, dia akan berputus asa atau bahkan frustasi lalu bunuh diri. Dia merasa pandai segalanya, tapi ia lupa ada yang mengatur segalanya. Kalau EQ berpusat di hati, maka SQ berpusat pada "hati nurani".
Langganan:
Postingan (Atom)